Sepertinyaoli tsb kurang cocok untuk daerah panas dan macet di jakarta, karena suhu mesin bisa mencapai 92 derajat atau bahkan lebih jika sistem pendingin radiator bekerja kurang maximal. Idealnya untuk di jakarta pakai oli yang belakangnya 40 atau 50. Sekarang saya lagi cari Amsoil ARO 20W-50 atau yang dibawah sedikit AMO 10W-40.
Pemilik kendaraan wajib tahu jenis-jenis oli yang cocok digunakan pada kendaraan. Oli yang dipilih akan memengaruhi kondisi mesin. Jika salah menggunakan oli, bisa-bisa akan berdampak buruk pada mesin dalam jangka panjang. Lalu, apa yang dimaksud SAE oli pada mobil? Apa itu SAE Oli? SAE sendiri merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers, sebuah lembaga internasional yang mengatur standarisasi indeks kekentalan oli untuk mesin kendaraan. Tak hanya itu, SAE juga mencakup standar kemampuan oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap suhu mesin di suatu lingkungan. Dengan kata lain, SAE adalah standar kekentalan oli yang sudah ditetapkan secara internasional. Standar kode oli SAE dapat ditemukan pada setiap kemasan oli kendaraan. Selain SAE oli, ada juga beberapa jenis oli lainnya, yakni API dan JASO. Apa perbedaannya dan bagaimana pengaruhnya pada kendaraan? Yuk, simak ulasan berikut. Cara membaca kode SAE pada kemasan oli Lalu bagaimana memahami kode SAE? Kode ini biasanya terdiri dari beberapa angka dan huruf W yang bermakna winter. Angka yang tertera sebelum huruf W menandakan sifat oli pada suhu dingin, sedangkan angka yang ditulis setelah huruf W menandakan sifat oli pada suhu panas. Nah, huruf W menjadi patokan untuk membaca kode SAE oli. Seperti yang sudah disebutkan, oli diformulasikan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan serta jenis dan tipe kendaraan. Jadi, kode SAE oli sangat beragam variasi kekentalannya, khususnya untuk kode oli yang dipakai di daerah suhu ekstrem. Setelah memahami kode SAE oli, kamu harus tahu bagaimana penggunaan oli yang tepat pada beragam situasi berdasarkan kekentalan atau keencerannya. Macam-macam kode SAE oli Nah, setelah paham membaca kode SAE, apa saja ragam kode SAE oli yang tertera pada kemasan? Di pasaran, misalnya, tersedia kode oli SAE 10W – 30, SAE 10W – 40, SAE 20W – 40, SAE 20W – 50, dan lain sebagainya. Angka yang paling depan menjadi tanda dari tingkat kekentalan oli pada suhu yang dingin. Sementara, angka setelah huruf W’ angka paling belakang, menunjukkan tingkat kekentalan mesin dalam kondisi bekerja atau ketika suhu panas. Semakin besar angkanya, semakin kental pula olinya. Sebaliknya, semakin kecil angkanya, maka oli akan semakin encer pada temperatur dingin. Sebagai contoh, oli 5W-30 akan lebih mampu mengalir daripada 10W-30 pada temperatur dingin. Pada daerah yang bersuhu rendah, biasanya kode oli yang digunakan ditandai dengan angka SAE 5W – 35. Oli SAE rendah juga cocok digunakan untuk mobil modern atau yang usianya masih muda. Hal ini karena celah mesin pada mobil baru lebih sempit daripada mobil lama, sehingga butuh oli yang encer. Sedangkan di negara yang beriklim tropis atau lebih hangat memiliki tingkat SAE pada angka SAE 10W – 30 hingga SAE 15W – 50. Di Indonesia, umumnya oli yang digunakan adalah SAE 10W-30 atau 15W-50 Mobil keluaran lama tidak dianjurkan menggunakan oli encer seperti SAE 5W-40 atau SAE 0W-20. Diketahui oli encer akan menyebabkan penguapan oli semakin besar pada mobil-mobil lama, sehingga menyebabkan volume oli cepat habis. Selain itu, oli encer tidak optimal masuk ke celah-celah mesin mobil lama yang umumnya lebih renggang. Masih bingung? Berikut ini adalah beberapa contoh cara membaca kode SAE oli. 1. SAE 10W-30 Kode ini artinya oli bisa menyesuaikan kekentalan dengan temperatur tinggi maupun rendah. Saat temperatur berada di -30º C, oli masih mampu mengalir dengan baik. Kemudian pada suhu tinggi, tingkat kekentalannya hanya sekitar 9,3 cSt sampai dengan 12,5 cSt. 2. SAE 15W-40 Kode ini menunjukkan oli bersifat SAE 15W pada suhu dingin, sedangkan menjadi SAE 40 saat suhu tinggi. Artinya, oli ini masih mampu mengalir dengan baik pada suhu -25º C dan 100º C. Lalu pada suhu tinggi, tingkat kekentalan oli berada pada 12,5 cSt-16,3 cSt. 3. SAE 20W-50 Jenis oli ini mampu mengubah kekentalan sesuai temperatur. Pada suhu dingin, oli menunjukkan 20W. Pada suhu panas, kekentalannya menjadi SAE 50. Dengan angka ini, oli masih dapat mengalir dan tidak membeku meskipun pada temperatur -20º C. Lalu pada suhu mencapai 100º C oli juga masih bisa mempertahankan kekentalannya. Jangan sampai biaya perbaikan mobil kesayanganmu justru membebani pengeluaran. Manfaatkan asuransi mobil all risk untuk mendapatkan jaminan ganti rugi atas biaya perbaikan mobil secara menyeluruh di bengkel terbaik. API merupakan singkatan dari American Petroleum Institute. API merupakan kode standar yang menentukan kualitas oli. Pada kemasan oli, kode API tertera dengan tambahan 2 alfabet di belakangnya. Contohnya “API SN” atau “API CH”. Huruf pertama adalah jenis kendaraan. Huruf kedua menggambarkan jenis bahan bakar. Misalnya bensin atau gasoline dilambangkan dengan kode S, sedangkan mesin diesel dilambangkan dengan kode huruf C. Alfabet kedua menjelaskan kualitas terbaru dari oli mobil. Misalnya pada API SG dan API SN, API SN merupakan jenis oli yang lebih baru dan biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan API SG. Biasanya, oli yang digunakan untuk mobil terbaru adalah oli API dengan kode pada alfabet keduanya yang mendekati huruf Z. Perlu diingat, mobil keluaran lama tidak dianjurkan untuk menggunakan oli keluaran terbaru karena mesin mobil lama tidak didesain untuk menerima kekentalan yang sama seperti mobil baru. Kode Oli JASO JASO merupakan singkatan dari Japanese Automotive Standart Association. JASO adalah lembaga Jepang yang mengecek standar kualitas oli. Oli JASO adalah oli untuk motor, bukan mobil. Jadi kalau kamu melihat kode JASO pada kemasan oli, pastikan hanya menggunakannya untuk motor. Biasanya, kode oli JASO diikuti dengan MA atau MB. Keduanya memiliki arti pemakaian yang berbeda. Oli JASO MA lebih cocok digunakan untuk motor dengan kopling basah seperti motor sport atau motor bebek. Sebab, fungsi OLI JASO MA adalah untuk memberikan gesekan pada kopling agar tidak selip saat motor dikendarai. JASO MB adalah oli untuk motor matic atau motor yang memiliki kopling kering. Oli JASO MB biasanya digunakan pada motor skutik karena memiliki daya gesekan yang lebih rendah dibandingkan JASO MA. Menentukan SAE oli harus dilakukan oleh montir atau mekanik yang sudah memahami. Sebab, pemilihan oli sangat tergantung pada spesifikasi mesin kendaraan. Jangan sampai sudah membeli oli mahal-mahal, ternyata tidak cocok dengan mesin. Menggunakan oli yang tepat akan memperpanjang usia mesin kendaraanmu. Tips memilih oli mobil Selain mengetahui kode SAE, API, dan JASO, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam memilih oli. 1. Membaca buku manual kendaraan Cara mudah memilih oli yang tepat adalah melalui buku manual. Pada buku manual biasanya sudah dijelaskan spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Jadi ketika membeli oli, kamu tidak hanya melihat mereknya tapi juga kecocokan dengan mesin kendaraanmu. 2. Cek kekentalan oli Walaupun fungsinya sama, oli tidak akan bekerja maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan karakter mesin kendaraan. Perbedaan paling signifikan adalah kekentalan oli. Tingkat kekentalan alias viscosity-grade ditunjukkan dengan SAE. Selain SAE, ada pula kode API dan JASO yang memiliki peruntukkan yang berbeda-beda. 3. Bahan pembuatan oli Ada dua bahan pembuatan oli kendaraan, yakni oli sintesis dan mineral. Oli sintetis terbuat dari berbagai bahan kimia dengan sifat aditif, sedangkan oli mineral adalah hasil ekstraksi minyak bumi. Masing-masing jenis oli punya kelebihan serta kekurangan. Yang membedakan adalah peruntukannya. Motor yang masih baru dianjurkan menggunakan oli sintetis untuk mengoptimalkan performa. Ketahui juga merk oli mobil terbaik yang dirangkum Lifepal agar mesin mobil kamu awet. Tips dari Lifepal! Saat akan memilih oli mobil, pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan asal memilih oli karena hal ini bisa berimbas pada performa mobil kamu. Cek tips-tips terupdate seputar otomotif dan biayanya hanya di Lifepal! Pilih asuransi mobil yang cocok untuk perlindungan finansial Memilih oli untuk kendaraan memang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan pastinya cocok dengan jenis mobil kamu. Hal ini dilakukan agar performa mobil tetap bagus dan tidak mudah rusak. Kalau sering rusak tentu saja akan membuat tabungan kamu terkuras habis, kan? Tapi, kalau kamu sudah punya asuransi mobil sih kamu akan merasa lebih tenang, karena asuransi mobil akan melindungi finansial kamu dari biaya-biaya tak terduga karena kerusakan mobil. Jika kamu masih bingung, kamu bisa cek kuis asuransi mobil terbaik berikut ini. Pertanyaan seputar oli SAE Apa itu kode SAE pada oli? SAE adalah standar kekentalan oli yang sudah ditetapkan secara internasional. Standar kode oli SAE dapat ditemukan pada setiap kemasan oli kendaraan. Bagaimana cara membaca oli SAE? Kode SAE terdiri dari beberapa angka dan huruf W yang bermakna winter. Angka yang tertera sebelum huruf W menandakan sifat oli motor pada suhu dingin, sedangkan angka yang ditulis setelah huruf W menandakan sifat oli pada suhu panas.Jakarta - Oli merupakan item penting dalam kinerja mesin kendaraan. Kualitas oli yang tidak sesuai dengan karakter mesin atau kelalaian mengganti oli bisa menyebabkan komponen-komponen mesin umum, oli berfungsi melumasi bagian-bagian vital mesin, seperti piston, ring piston, silinder head agar tidak saling bergesekan ketika piston bergerak naik-turun. Pemilihan oli didasarkan pada spesifikasi mesin mobil kubikasi, kompresi, dan sebagainya, kondisi lingkungan, serta kekentalan oli viskositas.Mobil LCGC sudah tentu membutuhkan oli yang berbeda dengan mobil SUV bermesin besar, atau mobil berbahan bakar bensin menggunakan oli berbeda dengan mobil diesel. Oleh sebab itu, pemilik mobil harus tahu jenis oli yang cocok untuk mesin mobilnya. Bagaimana Cara Tahu Oli yang Cocok untuk Mesin Mobil? Cara paling mudah untuk mendapatkan oli paling sesuai dengan kebutuhan mesin, yakni dengan berkonsultasi dengan para mekanik profesional atau produsen oli. Tapi, kamu juga bisa membaca kode-kode pada kemasan oli yang menunjukkan dilansir dari CNET, terdapat kode SAE yang menunjukkan viskositas atau kekentalan oli mesin. Pada kemasan oli tertulis SAE 10W-40, 5W-30, dan sebagainya. Angka di depan menunjukkan indeks kekentalan oli pada suhu dingin, sedangkan angka di belakang menunjukkan kekentalan pada suhu tinggi. Sedangkan huruf 'W' menandakan oli bisa digunakan pada musim panas atau yang encer akan semakin mudah mengalir di ruang mesin. Tapi, bukan berarti semua mobil harus diberikan oli encer. Jika rongga-rongga pada mesin mobil cenderung besar, oli yang encer akan sulit untuk memberikan pelumasan selanjutnya, yakni API. Ini merupakan standarisasi yang dibuat oleh American Petroleum Institute, asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan di bidang energi Amerika Serikat. Standarisasi kualitas oli dari API ditandai dengan simbol huruf mulai dari SG sampai dengan SP. Semakin tinggi abjad huruf, menunjukkan kualitas oli lebih kamu bingung memilih oli yang paling tepat untuk mobil kesayangan, triplet produk oli terbaru dari Mobil™ Lubricants Indonesia. Pada 5 April lalu, telah dirilis rangkaian produk Mobil Super™. Ketiga produk baru tersebut, yakni Mobil Super™ All-in-One Protection, Mobil Super™ Friction Fighter, dan Mobil Super™ Everyday tiga produk baru dari Mobil™ akan membuat mobil LebihTerawatLebihTerjangkau. Kualitas tiga produk oli Mobil Super™ tak perlu diragukan lagi. Ketiganya telah mengantongi standar API SP yang merupakan standar kualitas terbaru dan tertinggi yang ada sejauh produk dari jajaran Mobil Super™ punya karakteristik dan keunggulannya tersendiri. Berikut Mobil Super™ All-in-One ProtectionMobil Super™ All-in-One Protection dibuat dengan teknologi full sintetik diperkuat dengan Heat Activated Anti-Wear Molecules. Molekul tersebut akan memberikan perlindungan ekstra begitu temperatur mesin meningkat, sehingga mengurangi risiko overheat hingga kerusakan mesin. Mobil Super™ All-in-One Protection yang hadir dengan pilihan viskositas 0W-20 dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dengan mempertahankan kinerja optimal Mobil Super™ Friction FighterProduk ini memadukan Teknologi pelumas sintetik dilengkapi dengan Friction Fighter, sebuah molekul yang memberikan lapisan pelumasan ganda pada mesin kendaraan. Membuat oli bekerja optimal dalam waktu pakai yang panjang. Mobil Super™ Friction Fighter menjanjikan perlindungan mesin dari aus akibat gesekan 65 persen lebih baik. Produk ini tersedia dalam pilihan viskositas 5W-30 dan Mobil Super™ Everyday ProtectionProduk ketiga dari jajaran Mobil SuperTM ini dibuat dari bahan dasar mineral premium, pelumas ini mumpuni untuk melindungi mesin mobil dalam segala situasi. Diperkuat dengan Extengine Molecules, Mobil Super™ Everyday Protection memberikan pelumasan dalam waktu panjang dan awet. Tersedia dalam pilihan viskositas 10W-30 dan 15W-40 sangat ideal digunakan pada mobil pabrikan Jepang dan Korea keluaran tiga produk Mobil Super™ membuat pemilik mobil semakin mudah untuk memilih oli terbaik untuk kendaraannya. Ketiga produk tersebut bisa diperoleh di bengkel terdekat, atau toko online Mobil™ Official Store di Shopee, Tokopedia, dan Lazada, dan layanan Servis di rumah Mobil™.Informasi lebih lanjut terkait rangkaian produk oli Mobil Super™ bisa dilihat di sini. adv/adv
Dimana penerapannya di botol oli tersebut memiliki pengertian berbeda-beda. Pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui oli mesin yang tepat untuk kendaraan Anda? Lebih lanjut Brahma menjelaskan bahwa oli SAE 15W-40 banyak dipakai di mesin diesel, sedangkan jenis oli yang cocok untuk sepeda motor biasanya SAE 5W-30, 10W-30 atau 10W-40lustrasi pengendara motor Shutterstock/Dmytro Zinkevych Jakarta Oli merupakan cairan pelumas yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran mesin motor dan komponen lainnya. Ibarat darah dalam tubuh, oli akan dialirkan ke seluruh komponen mesin agar motor dapat berjalan dengan baik dan bebas gangguan. Dengan menggunakan oli motor terbaik pasti kita bisa mendapatkan performa yang sama baiknya dan mesin motor bisa terawat lebih baik. Ada empat fungsi utama dari oli motor, yaitu melindungi, melumasi, mendinginkan, dan juga membersihkan. Biasanya sebelum membeli oli kamu akan ditawarkan dengan beragam spesifikasi, merk, hingga SAE. Sudah tau belum apa arti dari SAE? Dan penjelasan 5w, 10w, 20w yang ada di olinya? 15 Potret Iklan Brosur Motor Tempo Dulu yang Ikonik di Zamannya, Model-modelnya Enggak Kalah Cakep Lho! 11 Potret Desain Helm Pengendara Motor Nyeleneh Bikin Ngakak, Arya Saloka Jadi Berpenampilan Lucu! 10 Potret Hewan Dibonceng Pakai Motor ini Sukses Bikin Heran Sekaligus Elus Dada, Bawa Buaya hingga Ikan Hiu! Penjelasan SAE SAE itu singkatan dari Society of Automotive Engineers adalah asosiasi yang mengatur standarisasi berbagai hal di antaranya bidang rancang, desain, manufaktur dan kekentalan oli. Tulisan yang diikuti oleh bilangan-bilangan tersebut merupakan standarisasi yang dikeluarkan oleh pihak SAE terkait untuk kualitas dari kekentalan oli. Sedangkan huruf W Winter adalah sebuah parameter kekentalan pada oli. Misalnya pada oli terdapat kode 5w-30 itu artinya oli tersebut memiliki tingkat kekentalan 5w pada suhu dingin, kemudian angka 30 berarti oli mempunyai tingkat kekentalan mencapai 30w pada suhu 100 derajat celcius. Sebagai contoh suatu oli memiliki SAE 10w-30 itu berarti oli tersebut memiliki nilai 10 saat mesin dalam kondisi dingin dan 30 saat mesin dalam kondisi panas. Artinya semakin besar angka dalam spesifikasi oli maka akan semakin kental oli tersebut, contohnya oli dengan kekentalan 20w-50 cocok digunakan pada kendaraan produksi lama dan bermesin tua. Untuk mesin-mesin kendaraan baru biasanya dari pabrik memiliki standar oli yang lebih encer, seperti SAE 10w-30, 10w-40, atau bahkan lebih encer. Kendaraan-kendaraan di Indonesia terutama motor matic bermesin di bawah 250cc mayoritas menggunakan oli 10w-30. Tapi bila ingin yang lebih kental silahkan pilih oli 10w-40. Jadwal Mengganti Oli yang BaikMengganti Oli merupakan bentuk perawatan kendaraan bermotor. Penggantian oli secara rutin membuat umur mesin lebih panjang dan membuat kinerja mesin lebih optimal. Waktu ganti oli yang tepat dianjurkan setiap 2000 hingga 3000 km. Waktu ini bisa berbeda pada setiap pengendara, tergantung pada kebutuhan jarak tempuh. Cara mengetahui waktu ganti oli yang tepat tidak terlalu sulit. Kamu dapat memastikannya dengan ciri-ciri atau tanda sebagai berikut Saat mengecek oli, warna oli hitam pekat dan bertekstur cair atau encer Tarikan motor terasa berat Kilometer sudah melebihi 3000 km. Suhu mesin lebih panas meski air radiator terjaga Tekanan oli berkurang drastis. Jadi kurang lebih begitu Sobat Otomotif! Karena oli merupakan komponen penting kendaraan, jadi pengetahuan kayak gini kamu harus paham! Yuk, terus ikuti berita dari Otosia! Biar kamu gak kelewatan info penting otomotif lainnya. Penulis Akbar GilangBeliProduk Oli Castrol Gtx 15w 40 Berkualitas Dengan Harga Murah dari Berbagai Pelapak di Indonesia. Tersedia Gratis Ongkir Pengiriman Sampai di Hari yang Sama. Daftar. Login. Home. oli castrol gtx 15w 40. Hasil pencarian "Oli Castrol Gtx 15w 40" 55 barang. Oli Castrol GTX Diesel 15W-40 1L 10443bk. Rp71.000. Malang. Digital Marketing
Kamu harus mengetahui 3 arti kode oli serta jenisnya supaya bisa mengganti oli sebelum batas waktunya. Bagaimana cara membacanya? Yuk simak artikel berikut. Sebelum memilih oli untuk kendaraan, kamu perlu mengetahui arti kode oli yang sesuai. Ketidaktahuan ini tidak masalah jika kamu melakukan ganti oli di bengkel resmi karena di sana ada teknisi yang lebih memahaminya. Namun, pada keadaan tertentu bukan tidak mungkin kamu harus mengganti oli sendiri dan mengetahui arti kode oli yang biasanya tertulis pada kemasan. Setidaknya, terdapat tiga kode oli yang berbeda yaitu SAE, API, dan JASO. Kode-kode ini dibedakan menurut standarisasi dari asosiasi yang berbeda-beda. Lantas, apa perbedaan di antara ketiganya? Terdapat 3 jenis kode oli yang berasal dari asosiasi yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya Kode oli SAE SAE merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineer yang dijadikan kode untuk kekentalan sebuah oli. Sementara itu, SAE sendiri merupakan asosiasi yang bertugas mengatur standarisasi berbagai bidang di antaranya rancang desain teknik dan manufaktur. Singkatnya SAE adalah standar internasional untuk kekentalan oli. Kode SAE oli akan ditulis dengan diikuti campuran huruf dan angka seperti SAE 10W-40, 20W-40, atau 5W-30. Dilansir motorplus-online, angka di depan seperti 10W, 20W digunakan sebagai penunjuk kekentalan oli pada suhu dingin, baik oleh udara sekitar maupun saat mesin baru dinyalakan. W sendiri merujuk pada kata Winter. Maka, semakin kecil angka di depan huruf W, semakin encer pula oli tersebut di suhu dingin. Sementara itu, 2 angka dibelakang huruf W seperti 40 atau 30 menunjukkan kekentalan pelumas di suhu yang tinggi. Maka, semakin kecil angka di belakang semakin encer pula oli tersebut di suhu tinggi. Kode SAE dengan kombinasi ini menunjukkan bahwa oli bersifat multigrade atau memiliki kemampuan merubah kekentalan sesuai suhu. Cara membaca kode oli SAE Agar kamu tidak bingung, berikut beberapa contoh cara membaca kode SAE SAE 10W-40 Arti kode oli 10W-40 menunjukkan bahwa oli ini akan memiliki sifat kekentalan 10 di suhu dingin hingga -20°C. Kemudian, oli akan mengental hingga 40 pada suhu yang panas hingga 100°C. SAE 20W-50 Pada suhu dingin, kekentalan oli ini 20. Namun saat suhu panas, kekentalannya akan menjadi 50. Selain multigrade, ada pula SAE Oli single grade yang artinya kekentalan oli tidak akan banyak berubah meski terjadi perubahan suhu. Oli ini cocok digunakan di daerah dengan suhu stabil. Di Indonesia sendiri, jenis oli yang paling banyak digunakan adalah SAE Oli 10W-30 atau 15W-50. Sementara di daerah yang lebih dingin digunakan SAE 5W-30. Perlu diketahui, pengujian kekentalan ini dilakukan pada kondisi suhu -30 dan -35 derajat Celsius. Kode oli API API merupakan singkatan dari American Petroleum Institute yang bertugas menentukan kualitas oli. Jika SAE menggunakan huruf W dan angka maka API menggunakan 2 huruf tambahan di belakang kode API seperti SN atau CH. Huruf pertama, menunjukkan jenis kendaraan. Pada kendaraan dengan bensin atau gasoline maka olinya berkode S, sedangkan pada mesin diesel digunakan kode C. Sementara itu, huruf kedua menunjukkan kualitas terbaru oli. Semakin dekat huruf dengan Z maka semakin bagus kualitasnya, misalnya oli API SN lebih bagus daripada oli API SJ. Untuk mobil keluaran terbaru, sebaiknya gunakan kode oli dengan huruf mendekati Z. Namun, untuk mobil lama sebaiknya tidak menggunakan oli terbaru karena mesinnya telah dirancang menggunakan oli dengan kekentalan tertentu. Kode Oli JASO JASO merupakan singkatan dari Japanese Automotive Standard Association, sebuah lembaga dari Jepang yang bertugas menilai standar kualitas oli. Berbeda dengan API dan SAE, kode oli JASO digunakan khusus untuk motor, bukan mobil. Kode oli JASO diikuti dengan dua huruf yaitu MA dan MB. MA berarti bahwa oli cocok digunakan untuk motor dengan kopling basah seperti motor sport atau bebek. Oli dengan kode JASO MA telah dirancang untuk mencegah gesekan kopling tidak selip. Sementara itu, JASO MB dirancang untuk motor matic atau skutik dengan kopling kering. Oli ini memiliki daya gesek lebih rendah dibanding JASO MA. Fungsi oli Salah satu hal mengapa perlu mengetahui jenis oli paling tepat untuk kendaraan kamu adalah karena fungsi oli pada kendaraan yang cukup vital. Oli memegang peranan penting dalam mesin kendaraan. Oli mesin berfungsi untuk mendinginkan dan melapisi lapisan halus yang ada dalam komponen mesin. Mesin yang telah dilapisi oleh oli akan terlindungi dari benturan logam yang terjadi selama kendaraan digunakan. Oli tersebut yang melindungi agar bergesekan seminimal mungkin. Untuk itu, tanpa adanya oli tentu mesin kendaraan akan cepat rusak. Sebab, komponen mesin akan bergerak dan tidak ada pelumas yang melindungi saat terjadi pergesekan antar logam mesin. Oli mesin yang tersedia dalam berbagai mereka di pasaran memiliki jenis yang berbeda. Kamu sebagai pemilik mobil setidaknya mengetahui jenis oli mesin yang akan digunakan untuk kendaraanmu. Jenis oli mesin Masing-masing kendaraan memiliki jenis oli yang paling cocok untuk digunakan. Setidaknya ada tiga jenis oli dengan bahan berbeda yang dapat kamu pilih. 1. Oli mineral Oli jenis ini terbuat dari material yang berasal dari minyak bumi. Oleh karena itu, wajar jika penggunaannya perlahan mulai ditinggalkan. Oli mineral biasa digunakan untuk mobil dengan mesin diesel. Meski harganya terbilang cukup terjangkau, namun penggunaan oli ini tidak ramah lingkungan. 2. Oli semi sintetik Oli jenis ini terbuat dari bahan alami yang dicampur dengan bahan aditif serta indeks viskositas. Kandungan mineral oli semi sintetik sekitar 50%. Beberapa jenis mobil keluaran terbaru kebanyakan menggunakan oli jenis ini. 3. Oli sintetik Jenis oli selanjutnya adalah oli sintetik. Pelumas ini terbuat dari material zat buatan tanpa adanya campuran minyak bumi. Dengan kualitas yang bisa diatur sesuai keinginan, wajar jika harga oli sintetik tergolong lebih mahal daripada jenis oli lainnya. Mobil yang menggunakan oli sintetik adalah mobil penumpang dan mobil sport. Kapan waktu paling tepat untuk mengganti oli? Pada kendaraan seperti sepeda motor yang digunakan setiap hari, setidaknya ganti oli sebelum menyentuh km. Sementara untuk kendaraan yang jarang digunakan, pakai patokan mengganti mobil setiap km atau maksimal km sekali, atau 6 bulan sekali. Sedangkan untuk mobil, sebaiknya oli diganti setelah mencapai km saat pertama kali dan setiap 6 bulan setelahnya. Usahakan untuk mengganti oli sebelum mengering atau berkurang kualitasnya karena dalam keadaan tersebut, performa mesin dapat terganggu. kamu juga dapat melakukan pada kualitas oli kendaraan setiap kali melakukan servis rutin di bengkel kepercayaan kamu. Berapa harga oli kendaraan? Setiap melakukan penggantian oli, setidaknya kamu harus membayar harga oli dan harga jasa ganti oli. Harga oli untuk motor dan oli untuk mobil pun berbeda tergantung kualitasnya. Tips dari Lifepal! Jika kamu kesulitan dalam membaca kode oli, kamu bisa meminta bantuan petugas bengkel untuk memilihkan jenis oli terbaik untuk kendaraanmu. Sebaiknya buat jadwal servis agar kamu tidak lupa untuk melakukan servis rutin. Jangan sampai kamu telat mengganti oli karena bisa berakibat fatal pada mesin kendaraanmu. Pentingnya asuransi mobil Servis rutin dan berkendara dengan hati-hati saja ternyata tidak cukup untuk melindungi kendaraanmu. Ada risiko lain seperti kecelakaan dan kehilangan yang tidak dapat kamu hindari sepenuhnya. Belum lagi risiko seperti banjir dan juga bencana alam lainnya. Tentu jika hal ini terjadi, kendaraan kamu bisa jadi salah satu yang terkena imbasnya. Maka dari itu, kamu butuh asuransi mobil sebagai proteksi mobil kesayanganmu. Secara umum terdapat dua jenis asuransi mobil, yaitu asuransi TLO dan all risk. Asuransi all risk memberikan pertanggungan untuk kerusakan kecil hingga besar, sedangkan asuransi TLO memberikan pertanggungan untuk kerusakan lebih dari 75% atau kehilangan. Mana yang cocok untuk kendaraan kamu? Cek dengan kalkulator berikut ini Pertanyaan seputar kode oli Apa arti kode oli SAE?Kode oli SAE menunjukkan kekentalan oli. SAE atau Society of Automotive Engineer merupakan asosiasi yang bertugas mengatur standarisasi berbagai bidang di antaranya rancang desain teknik dan manufaktur. Singkatnya SAE adalah standar internasional untuk kekentalan oli. Apa pentingnya asuransi mobil?Asuransi kendaraan memberikan pertanggungan apabila terjadi risiko seperti kecelakaan hingga kehilangan. Kamu bisa memilih antara asuransi TLO dan asuransi all risk yang sesuai kebutuhanmu. Pilihan ini juga biasanya menyesuaikan usia kendaraan. Dapatkan penawaran khusus dan diskon hingga 25% untuk asuransi kendaraan di Lifepal!4 Shell Advance AX7. 5. AHM MPX 1. Kapasitas Oli untuk Honda CRF. Waktu Ganti Oli Untuk Honda CRF. Akhir Kata. Oleh karena itu, penggunaan oli terbaik untuk motor CRF sangat dibutuhkan. Untuk kalian yang merupakan para pengguna Honda CRF dan belum mengetahui oli yang bagus untuk motor tersebut, maka tidak ada salahnya bagi kalian untuk melihat
Kekentalanoli yang rendah atau oli encer mengalir lebih mudah untuk melindungi bagian-bagian mesin pada suhu dingin. Kekentalan oli yang tinggi atau oli kental biasanya lebih baik dalam mempertahankan kekuatan pelumas untuk melindungi mesin pada suhu tinggi. 0W-20 5W-30 5W-40 10W-30 10W-40 15W-40lmC3RN.