HSGdilakukan dengan cara memasukkan suatu cairan kontras (Barium something, lupa) ke dalam rahim, lalu di rontgen. Cairan kontras ini kalo dikenai sinar rontgen akan menghasilkan foto yg. terang, sementara otot / jaringan rahim gambarnya hitam. Waktunya biasanya ditentukan sama DSOG-nya, kapan boleh di HSG. Kalo tidak salah, paling lambat
Jika Anda susah hamil atau telah mengalami masalah kehamilan, misalnya keguguran berkali-kali, dokter mungkin merekomendasikan tes ini. Hal ini karena cek histerosalpingografi HSG dapat membantu mendiagnosis penyebab infertilitas. Jika Anda telah menjalani operasi tuba falopi, dokter mungkin merekomendasikan pula prosedur HSG untuk memeriksa apakah operasi berhasil. Salah satunya ketika menjalani ligasi tuba—prosedur yang menutup tuba falopi—dokter mungkin melakukan prosedur ini untuk memastikan bahwa tuba tertutup dengan baik. Sama hal nya dengan memeriksa apakah pembalikan ligasi tuba berhasil sehingga tuba falopi terbuka kembali. Perlu pula diperhatikan apabila histerosalpingografi sebaiknya tidak dilakukan ketika wanita mempunyai kondisi seperti di bawah ini Sedang hamil Infeksi panggul Perdarahan pada rahim yang terus menerus saat prosedur dilakukan Histerosalpingografi dan kesuburan Tujuan dilakukannya pemeriksaan HSG adalah untuk membantu Anda yang memiliki masalah kesuburan. Dalam arti lain, prosedur histrosalpingografi dapat membantu mengatasi masalah susah hamil sekaligus memeriksa wanita yang mengalami keguguran berulang kali. Mungkin Anda mencari tahu apakah setelah pemeriksaan HSG atau histerosalpingografi bisa langsung hamil. Hal ini diklaim masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dijadikan tes kesuburan. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesuburan setelah 3 bulan dilakukannya prosedur HSG. Lalu, perlu dilihat kembali tindakan seperi apa yang dilakukan karena kebanyakan dokter melakukan tes ini untuk diagnosis. Biasanya, masalah kesuburan yang bisa diidentifikasi melalui pemeriksaan HSG adalah sebagai berikut Struktur uterus yang abnormal, kondisi ini bisa disebabkan oleh keturunan. Penyumbatan tuba falopi. Jaringan luka yang terdapat pada uterus. Fibroid pada rahim. Tumor pada rahim. Persiapan untuk menjalani pemeriksaan HSG Pemeriksaan HSG paling baik dilakukan seminggu setelah menstruasi, tetapi sebelum ovulasi. Hal ini untuk memastikan Anda tidak hamil selama pemeriksaan. Tidak hanya itu saja, prosedur ini tidak boleh dilakukan jika memiliki kondisi radang aktif. Sebelum memulai prosedur pemeriksaan HSG, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan, di antaranya adalah 1. Beri tahu dokter mengenai alergi obat Sebelum pemeriksaan HSG, akan lebih baik jika Anda memberi tahu dokter segala alergi obat yang mungkin dimiliki. Tak hanya itu, Anda patut menginformasikan juga kepada dokter mengenai segala penggunaan obat yang sedang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari efek samping yang mungkin muncul, tetapi tidak diinginkan. 2. Konsumsi obat pereda rasa sakit Salah satu persiapan sebelum menjalani tes HSG adalah mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen Advil atau Motrin. Sebaiknya, obat ini diminum satu jam sebelum prosedur dilaksanakan. Pasalnya, sebagian wanita mengatakan bahwa pemeriksaan ini menimbulkan rasa sakit atau kram saat kateter dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini dilakukan agar Anda tetap rileks dan menimalisir rasa tak nyaman yang mungkin terjadi saat pemeriksaan HSG. Tidak hanya itu saja, obat ini juga membantu mengistirahatkan rahim sehingga tidak terasa kram. Kantung kemih pun juga akan dikosongkan sebelum prosedur. 3. Siapkan pembalut Setelah tes histerosalpingografi HSG, ada kemungkinan Anda mengalami keputihan yang cukup lengket karena sebagian cairan keluar dari rahim. Cairan ini pun mungkin akan bercampur dengan darah. Maka dari itu, Anda perlu menyiapkan pembalut atau pantyliner. Pelaksanaan prosedur HSG HSG biasanya dilakukan oleh ahli radiasi di dalam ruang X-ray di rumah sakit atau klinik. Prosedur umumnya berlangsung selama 15-30 menit. Pemeriksaan HSG adalah tes yang pelaksanaannya dibantu dengan X-ray dan zat kontras. Zat kontras digunakan untuk mewarnai rongga tertentu dalam tubuh agar bagian dalam tubuh dapat terlihat lebih jelas saat difoto. Namun tidak perlu khawatir karena zat ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Maka dari itu, Anda harus memberi tahu dokter jika memiliki riwayat alergi terhadap barium atau zat kontras lainnya. Berikut proses pemeriksaan HSG yang perlu Anda ketahui 1. Berbaring saat awal pemeriksaan HSG Saat tes HSG Anda akan diminta untuk berganti baju rumah sakit terlebih dahulu. Setelah itu, Anda akan diminta berbaring dengan kaki sejajar dan diposisikan tepat di bawah fluroskop. Ini merupakan kamera X-ray yang digunakan untuk mengambil foto bagian tubuh tertentu selama penelitian berlangsung. Setelah pengambilan gambar selesai, dokter akan meminta Anda untuk membuka kaki lebar-lebar sambil ditekuk, seperti posisi hendak melahirkan. 2. Spekulum dimasukkan ke dalam vagina Lalu, ahli medis profesional yang menangani Anda akan memasukan speculum, yaitu alat medis yang digunakan untuk melihat bagian dalam vagina. Alat ini akan menahan dinding vagina agar tetap terbuka sehingga mulut rahim akan terlihat. Kemudian, mulut atau leher rahim akan dibersihkan dengan sabun khusus. Setelah itu, ujung serviks akan diberikan anestesi lokal sebagai pereda nyeri. Anda mungkin akan merasakan rasa sakit seperti dicubit setelah proses ini selesai. 3. Zat kontras dimasukkan dengan kanula Jika spekulum telah berhasil dimasukkan, tahap selanjutnya dalam pemeriksaan HSG adalah memasukkan zat kontras dengan tahapan sebagai berikut Memasukkan media kontras seperti pewarna untuk melihat ukuran serta bentuk bagian dalam rahim serta saluran tuba. Leher rahim akan ditahan dengan kanula pipa keras atau tabung tipis yang fleksibel. Pewarna X-ray ini yang dimasukkan ke dalam. Jika tuba falopi terbuka, pewarna akan mengalir dan tumpah ke dalam perut yang akan diserap secara alami oleh tubuh. Jika tuba falopi terhambat, pewarna tidak akan masuk. Gambar X-ray ditunjukkan di monitor TV selama pemeriksaan. Jika perlu ada tampilan lainnya, meja pemeriksaan mungkin dimiringkan atau Anda mungkin disuruh mengubah posisi. Efek samping pemeriksaan HSG Efek samping dari prosedur histerosalpingografi HSG sangat jarang terjadi. Namun, bukan berarti tidak mungkin tanpa efek samping sama sekali. Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menjalani pemeriksaan HSG, di antaranya adalah 1. Infeksi Salah satu efek samping yang paling umum terjadi setelah menjalani proses HSG adalah infeksi. Kemungkinan penyebab dari munculnya kondisi ini adalah Anda pernah mengalami infeksi klamidia sebelumnya. Pada kasus tertentu, infeksi yang terjadi berpotensi menyebabkan kerusakan pada tuba falopi, hingga harus diangkat. Maka dari itu, jika Anda mengalami rasa sakit atau demam yang tak berkesudahan setelah menjalani prosedur HSG, segera hubungi dokter. 2. Pingsan saat tes atau sesudahnya Meski jarang terjadi, salah satu efek samping yang mungkin terjadi adalah pingsan. Umumnya, Anda akan merasa kepala ringan sekali saat menjalani prosedur atau setelahnya, hingga akhirnya pingsan. 3. Terpapar radiasi Paparan radiasi saat pemeriksaan HSG sangat rendah, bahkan lebih kecil dari radiasi yang didapat saat pemeriksaan ginjal. Namun, paparan ini terbukti dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu. Maka dari itu, tidak diperbolehkan melakukan prosedur ini saat hamil. 4. Kram perut Setelah menjalani tes HSG, Anda mungkin akan merasakan kram saat menstruasi serta sedikit perdarahan. Hal tersebut merupakan efek samping normal dan dapat hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, Anda perlu menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala berikut Demam Nyeri dan kram yang sangat hebat Keluar cairan dari vagina yang berbau Pingsan Perdarahan hebat dari vagina Muntah Konsultasikan dan temui dokter apabila Anda mengalami demam serta perdarahan yang hebat setelah melakukan prosedur yang menjadi salah satu tes kesuburan ini. Apa saja komplikasi yang bisa terjadi? HSG dianggap sebagai salah satu prosedur yang sangat aman. Namun, pada kondisi tertentu bisa saja terjadi komplikasi cukup serius. Perlu diketahui hal ini hanya terjadi 1% dari seluruh pasien yang pernah melakukannya. Komplikasi yang mungkin terjadi setelah HSG adalah infeksi panggul. Hal ini terjadi ketika wanita pernah mengalami penyakit yang berkaitan dengan saluran tuba. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi ketika wanita mempunyai alergi dari kontras yodium atau pewarna yang digunakan. Komplikasi ini umumnya muncul setelah 1 hingga 2 hari pasca tes HSG. Penjelasan dari hasil tes HSG Biasanya, hasil dari tes HSG berupa foto X-ray yang akan dikirimkan oleh ahli radiologi kepada dokter. Lalu, dokter akan menjelaskan sekaligus mengajak Anda berdiskusi beberapa hal. Hasil normal Bentuk rahim dan tuba falopi normal. Tuba falopi tidak tergores atau terluka. Pewarna mengalir dari uterus, melalui tuba falopi, dan tumpah dengan normal ke dalam perut. Tidak ada benda alat intrauterine atau IUD, tumor, atau pertumbuhan dalam rahim. Hasil abnormal Tuba falopi mungkin tergores, berbentuk tidak normal, atau terhambat sehingga pewarna tidak mengalir melalui tuba. Penyebab tuba falopi terhambat adalah penyakit radang pelvis PID atau endometriosis. Pewarna mungkin bocor melalui dinding rahim, menunjukkan sobekan atau lubang dalam rahim. Rahim yang abnormal mungkin menunjukkan jaringan septum sehingga rahim terbagi. Mungkin ada pertumbuhan, misalnya polip atau fibroid. Setelahdibersihkan dengan betadine, yang terakhir adalah di masukkan kateter yang terhubung dengan suntik cairan kontras. Setelah semua alat selesai dimasukkan, kemudian di semprotkan cairan kontras tadi ke dalam vagina. Ini bagian yang paling menyakitkan buat aku, selama pemeriksaan aku merenung inilah yang Allah mau, sebelum Allah menitipkan HSG atau histerosalpingografi merupakan salah satu jenis pemeriksaan radiologi yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi rahim dan tabung saluran indung telur tuba falopi.Tak hanya perempuan, pemeriksaan ini termasuk salah satu tes kesuburan yang ditujukan untuk pasangan suami istri yang tidak kunjung mendapatkan HSG dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon ibu hamil. Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang. Prosedur pelaksanaan tes HSG dilakukan dengan cara memasukkan cairan kontras ke dalam rongga rahim dan tuba akan dilakukan pemotretan dengan sinar rontgen yang bertujuan untuk menilai apakah rongga rahim dan tuba falopi terisi oleh cairan kontras atau normal terjadi bila ditemukan tumpahan kontras yang melalui tuba falopi ke rongga begitu pentingnya tes yang satu ini bagi pasangan suami istri, berikut telah merangkum informasi mendalam mengenai cek kesuburan dengan tes HSG Apa itu HSG?FreeepikHSG atau histerosalpingografi adalah sebuah pemeriksaan untuk melihat rahim dan saluran tuba dengan menggunakan bentuk khusus sinar-x yaitu fluoroskopi dan pewarna kontras. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui bentuk, ukuran, dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa tumor jinak yang tumbuh ke arah rongga rahim, polip rahim, perlengketan dinding rahim, fibroid rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada HSG dilakukan dengan proses pewarna kontras yang larut dalam air akan disuntikan sehingga membuat bentuk rahim dan saluran tuba ini diikuti dengan sinar x-ray fluoroskopi untuk melihat kondisi saluran tuba terkait bagaimana struktur yang mengangkut telur dari ovarium ke rahim pun dapat melihat apakah Kamu memiliki penyumbatan di saluran tuba atau kelainan struktural lainnya di Picks2. Persiapan sebelum tes HSGPixabay/StockSnapJika kamu hendak melakukan tes HSG, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapkanlah beberapa hal di bawah ini sebelum melakukan tes bermanfaat ini bisa membantu tes HSG mu berjalan lancar. Berikut ini beberapa persiapan sebelum melakukan tes HSGBerkonsultasi dengan dokter spesialis kesuburanPersiapan pertama sebelum melakukan tes HSG adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis Kamu, perempuan yang mengalami kasus infertilitas sebaiknya carilah dokter spesialis kesuburan dan berkonsultasilah mengenai tes HSG. Tes HSG biasanya dilakukan di ruang siklus menstruasi Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tes HSG tidak boleh dilakukan pada saat sedang hamil. Oleh karena itu, ketahuilah secara tepat siklus haid HSG biasanya dilakukan antara 5-10 hari setelah haid berakhir, karena pada waktu itu ovulasi belum kamu yang memiliki siklus haid tidak teratur maka dokter akan melakukan pengecekan dengan menggunakan tes ini sangat penting karena tes HSG yang dilakukan pada perempuan hamil bisa membahayakan semua jenis makanan pemicu alergiApabila kamu memiliki masalah alergi maka buatlah semua daftar makanan, minuman, dan obat-obatan yang merangsang terjadinya jarang terjadi namun masih ada kemungkinan kamu memiliki reaksi alergi pada pewarna kepada dokter apabila kamu pernah memiliki alergi pada pewarna kontras tersebut akan membantu dokter untuk memberikan solusi yakni dengan memakai bahan pewarna kontras alternatif yang lebih aman terhadap obat antiinflamasiPada saat hari H, sebelum dilakukannya tes HSG, dokter akan memberi obat antiinflamasi seperti antiinflamasi itu diminum satu jam sebelum prosedur berlangsung. Tujuan diberikannya obat tersebut adalah untuk membantu meminimalkan ketidaknyamanan dan meredakan rasa tentang obat antibiotikSelain antiinflamasi, terkadang pada beberapa kasus, dokter akan memberikan obat antibiotik kepada pasien sebelum tes HSG ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan infeksi. Jadi, tanyakanlah kepada dokter apakah kamu perlu minum obat antiobiotik atau pantiliner atau pembalutSetelah tes HSG dilakukan, biasanya akan muncul bercak-bercak dari kemaluan. Bercak tersebut datang dari pewarna kontras yang perlahan turun dari rahim dan karena itu, bawalah pembalut atau pantiliner untuk mencegah kebocoran dan menjaga pakaian dalam agar tetap Manfaat HSGFreepik/JcompTes HSG atau Histerosalpingografi bertujuan untuk memeriksa bagian sistem reproduksi perempuan yang menjadi penyebab sulit hamil, seperti sumbatan pada saluran tuba dan bentuk abrnomal itu, tes HSG juga bisa digunakan untuk menyelidiki kasus keguguran yang berulang dan kelainan rahim seperti tumor jinak yang tumbuh ke arah rongga rahim, polip rahim, perlengketan dinding rahim, fibroid rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada HSG juga dilakukan untuk memantau kembali saluran tuba pasca tindakan sterilisasi. Jika kamu baru saja melakukan operasi ligasi tuba falopi, dokter juga mungkin menyarankan pemeriksaan ini untuk mengetahui keberhasilan baiknya lagi, tanpa intervensi tambahan, pasangan yang tidak memiliki masalah kesuburan lain, memiliki 17 persen kemungkinan peluang hamil pada bulan tertentu setelah melakukan tes bagi pasangan yang menjalani tes HSG dengan zat kontras yang larut dalam minyak, peluang hamil mereka meningkat antara 29 dan 55 peluang ini berlangsung sampai tiga bulan setelah prosedur tes manfaat di atas, berikut manfaat tes HSG lainnyaTes HSG diketahui dapat membilas penyumbatan kecil yang ada di tuba falopi, sehingga memudahkan perempuan untuk hamil. Namun, dalam kasus penyumbatan tuba serius, tes HSG tidak dapat memperbaiki atau membuka saluran kontras dalam tes HSG ikut berperan untuk memperbaiki endometrium lapisan rahim dan membuatnya lebih kondusif untuk kehamilan, membantu embrio dapat tertanam. Tes HSG ini juga mungkin memiliki efek kontras bisa memengaruhi daerah sekitar ovarium, sehingga meningkatkan beberapa perempuan, setelah HSG, penempatan kateter ke dalam serviks dapat meningkatkan peluang hamil. Bila dilakukan secara terapeutik, ini dikenal sebagai goresan HSG tampaknya berdampak lebih besar pada perempuan dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, kemungkinan masalah kesuburan yang berkaitan dengan kekebalan tubuh, dan yang memiliki endometriosis stadium Kriteria perempuan yang perlu melakukan HSGRawpixel/325319Tes HSG atau histerosalpingografi biasanya direkomendasikan dokter bagi perempuan yang tidak kunjung hamil ataupun mengeluh mengalami permasalah di bagian pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui kondisi saluran telur, apakah ada sumbatan yang bisa menyebabkan ketidaksuburan atau itu, bagi kamu yang sering mengalami keguguran, maka kamu juga perlu melakukan jenis pengecekan yang satu seorang perempuan menjalankan operasi ligasi tuba falopi, dokter juga mungkin akan menyarankan pemeriksaan ini untuk mengetahui keberhasilan Perawatan pasca HSGFreepik/nensuriaKamu mungkin akan merasa kram seperti sedang mengalami menstruasi pasca melakukan tes HSG. Kamu juga dapat mengalami sedikit perdarahan dari masa ini, kamu dianjurkan untuk menggunakan pembalut. Beberapa perempuan bahkan mengaku mengalami pusing dan mual setelah prosedur tersebut wajar terjadi dan dapat hilang dengan mengatasinya, yang perlu kamu lakukan hanyalah beristirahat total, mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter, dan mengonsumsi makanan sehat hingga tubuhmu pulih tetapi, kamu perlu menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala berikutDemam,nyeri dan kram yang sangat hebat,keluar cairan dari vagina yang berbau,pingsan,perdarahan hebat dari vagina, itulah beberapa fakta dan informasi mengenai cek kesuburan dengan tes HSG yang wajib diketahui oleh pasangan suami HSG merupakan salah satu jalan yang dapat dilakukan untuk mendapatkan keturunan, namun kamu dan pasangan harus tetap mempertimbangkannya komplikasi pasca HSG seperti reaksi alergi terhadap bahan pewarna, infeksi tulang panggul pelvis, emboli paru, kerusakan jaringan atau sel akibat radiasi sinar-X mungkin saja dapat dari itu, ada baiknya jika kamu dan pasangan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengurangi risiko yang dapat terjadi pasca jugaApa Sih Perbedaan Metode Inseminasi dan IVF? Ini Penjelasannya3 Cara Menghitung Masa Subur Setelah Keguguran Agar Cepat HamilKabar Baik, Kini Program IVF Bisa Dilakukan di Rumah Aja Testlangsung yaitu memasukkan media kontras 2 cc melalui intra vena. Pada pasien yang tidak tahan terhadap media kontras dapat terjadi reaksi mayor atau minor. Reaksi minor ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti: kolaps pembuluh darah tepi, kejang, dan denyut jantung berhenti keadaan ini diikuti dengan badan terasa dingin. Kehamilan Infeksi panggul Perdarahan pada rahim yang terus menerus saat prosedur dilakukan Pencegahan & peringatan Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani histerosalpingografi? Sebelum melakukan pemeriksaan histerosalpingografi HSG, dokter akan memberikan inforasi tambahan mengenai prosedur lainnya yang juga bisa dilakukan. Seperti laparoskopi yang bisa melihat kondisi organ perut serta panggul bagian dalam seperti tuba falopi tetapi pemulihan lebih cepat dibanding operasi besar. Ada pula prosedur histeroskopi yang juga bisa melihat dan memeriksa organ bagian dalam seperti rahim, tetapi tidak bisa memeriksa tuba falopi. Lalu, prosedur sonohisterografi SHG yang juga bisa memeriksa kondisi rahim. Sedangkan histerosalpingografi HSG dapat melihat juga memeriksa kondisi rahim serta tuba falopi. Namun, tidak dapat mengevaluasi jumlah sperma rendah atau ketidakmampuan pembuahan sel telur yang sudah dimasukkan ke dalam rahim. Histerosalpingografi dan kesuburan Mungkin salah satu dari Anda mencari tahu apakah setelah pemeriksaan HSG atau histerosalpingografi bisa langsung hamil. Hal ini diklaim masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dijadikan tes kesuburan. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesuburan setelah 3 bulan dilakukannya prosedur HSG. Lalu, perlu dilihat kembali tindakan seperi apa yang dilakukan karena kebanyakan dokter melakukan tes ini untuk diagnosis. Proses Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani histerosalpingografi? Prosedur HSG paling baik dilakukan seminggu setelah menstruasi tetapi sebelum ovulasi untuk memastikan Anda tidak hamil selama pemeriksaan. Prosedur ini tidak boleh dilakukan bila Anda memiliki kondisi radang aktif. Anda harus memberitahu ahli fisik atau ahli teknologi bila Anda mengalami infeksi pelvis kronis atau penyakit menular seksual yang tidak terobati pada saat prosedur. Di malam sebelum prosedur, Anda mungkin akan disuruh mengonsumsi antibiotik serta obat pencahar atau enema untuk mengosongkan usus, sehingga rahim dan struktur sekitar bisa terlihat dengan jelas. Anda harus memberi tahu ahli fisik tentang obat apapun yang digunakan dan apakah ada alergi, terutama terhadap iodine, serta penyakit atau kondisi medis lainnya baru-baru ini. Bagaimana proses histerosalpingografi? HSG biasanya dilakukan oleh ahli radiasi di dalam ruang X-ray di rumah sakit atau klinik. Ahli teknologi radiasi dan perawat mungkin membantu dokter. Ginekologis atau dokter spesialis kesuburan endokrinologis reproduktif mungkin juga membantu dalam tes ini. Sebelum memulai prosedur ini, Anda mungkin diberikan penenang atau ibuprofen macam Advil agar tetap rileks dan mengistirahatkan rahim sehingga tidak akan kram selama tes. Lalu, kantung kemih juga akan dikosongkan. Berikut prosedur histerosalpingografi HSG yang akan dilakukan Anda akan diminta untuk berbaring telentang dengan kaki diangkat dan disangga agar memudahkan pemeriksaan dokter. Dokter akan memasukkan spekulum atau alat dari logam ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina. Lalu, dengan alat khusus leher rahim akan dibersihkan dengan sabun khusus, lalu ujungnya disuntik dengan anestesi lokal. Setelah itu, akan dimasukkan media kontras seperti pewarna untuk melihat ukuran serta bentuk bagian dalam rahim serta saluran tuba. Leher rahim akan ditahan dengan kanula pipa keras atau tabung tipis yang fleksibel. Pewarna X-ray ini yang dimasukkan ke dalam. Jika tuba fallopi terbuka, pewarna akan mengalir dan tumpah ke dalam perut yang akan diserap secara alami oleh tubuh. Jika tuba fallopi terhambat, pewarna tidak akan masuk da. Gambar X-ray ditunjukkan di monitor TV selama pemeriksaan. Jika perlu ada tampilan lainnya, meja pemeriksaan mungkin dimiringkan atau Anda mungkin disuruh mengubah posisi. Tes HSG ini biasanya membutuhkan waktu 15-30 menit. Apa yang dirasakan dan bisa dilakukan setelah menjalani prosedur? Setelah tes histerosalpingografi HSG, ada kemungkinan Anda mengalami keputihan yang cukup lengket karena sebagian cairan keluar dari rahim. Cairan ini pun mungkin akan bercampur dengan darah. Anda bisa menggunakan pembalut atau pantyliner untuk mengatasinya. Lalu, mungkin Anda juga akan mengalami beberapa hal di bawah ini Demam Sakit perut parah Perdarahan vagina yang berlangsung lebih dari 3-4 hari. Segera temui dokter apabila beberapa hal di atas terasa semakin parah. Penjelasan dari Hasil Tes Apa arti hasil tes yang saya dapat? Hasil normal berarti Bentuk rahim dan tuba falopi normal. Tuba falopi tidak tergores atau terluka. Pewarna mengalir dengan bebas dari uterus, melalui tuba falopi, dan tumpah dengan normal ke dalam perut. Tidak ada benda seperti alat intrauterine atau IUD, tumor, atau pertumbuhan terlihat dalam rahim. Hasil abnormal berarti Tuba falopi mungkin tergores, berbentuk tidak normal, atau terhambat sehingga pewarna tidak mengalir melalui tuba dan tumpah ke dalam perut. Kemungkinan penyebab terhambatnya tuba fallopi termasuk penyakit radang pelvis PID atau endometriosis. Pewarna mungkin bocor melalui dinding rahim, menunjukkan sobekan atau lubang dalam rahim. Rahim yang abnormal mungkin menunjukkan jaringan disebut septum sehingga rahim terbagi. Mungkin ada pertumbuhan, misalnya polip atau fibroid. Komplikasi Apa saja komplikasi yang bisa terjadi? Histerosalpingografi HSG dianggap sebagai salah satu prosedur yang sangat aman. Namun, pada kondisi tertentu bisa saja terjadi komplikasi cukup serius. Perlu diketahui hal ini hanya terjadi 1% dari seluruh pasien yang pernah melakukannya. Berikut beberapa efek samping atau komplikasi setelah melakukan HSG yang mungkin saja bisa terjadi Infeksi panggul. Hal ini terjadi ketika wanita pernah mengalami penyakit yang berkaitan dengan saluran tuba. Pingsan. Ketika wanita mengalami pusing selama atau setelah prosedur dilakukan. Alergi. Hal ini terjadi ketika wanita mempunyai alergi dari kontras yodium atau pewarna yang digunakan. Bercak. Kondisi ini kadang-kadang terjadi sete;ah 1 hingga 2 hari setelah prosedur histerosalpingografi HSG. Konsultasikan dan temui dokter apabila Anda mengalami demam serta perdarahan yang hebat setelah melakukan prosedur yang menjadi salah satu tes kesuburan ini. Sebelumnyaakan dilakukan histerosalpingogram (HSG). HSG merupakan jenis sinar X yang digunakan untuk menentukan lokasi sumbatan pada falopi. Dalam cara ini akan dimasukkan cairan kontras ke dalam vagina menuju rahim melalui saluran falopi. Dari situ, dokter bisa melihat sumbatan yang terjadi untuk kemudian dilakukan tindakan. Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar fluoroskopi? Ini merupakan prosedur pemeriksaan kesehatan yang menggunakan radiasi sinar-X untuk mendapatkan gambar kondisi berbagai organ tubuh secara langsung berupa video dalam bentuk sekuel. Meski serupa dengan CT-Scan dalam penggunaannya, pemeriksaan ini hanya menghasilkan gambar dari satu sudut pandang. Fluoroskopi digunakan dalam banyak jenis pemeriksaan dan prosedur, seperti kateterisasi jantung, arteriografi, penempatan kateter intravena, dan biopsi. Kegunaan dari pemeriksaan ini adalah untuk menemukan keberadaan benda asing, vertebroplasty perkutan prosedur invasif minimal yang digunakan untuk mengobati fraktur atau kompresi tulang belakang, mengarahkan kateter ke lokasi tertentu di dalam tubuh, dan masih banyak lagi. Penggunaan Zat Kontras dalam Metode Fluoroskopi, Apakah Berbahaya? Setiap prosedur medis memiliki risiko. Dalam kaitannya dengan fluoroskopi, digunakan zat kontras untuk membantu dokter lebih mudah dalam melakukan pengamatan terhadap organ di dalam tubuh. Salah satu zat kontras yang umum digunakan adalah barium, karena disinyalir membantu menghasilkan gambar yang lebih jelas ketika prosedur dilakukan. Baca juga Selama Fluoroskopi, Kenapa Harus Banyak Minum Air Putih? Namun, apakah penggunaan zat kontras ini aman? Ternyata, tidak demikian. Pada beberapa kasus, zat kontras ini memunculkan reaksi alergi, terutama pada orang yang memang memiliki riwayat alergi. Riwayat alergi ini juga termasuk pada alergi obat, yodium, atau lateks. Jika kamu adalah salah satunya, maka segera beritahukan dokter atau petugas yang melakukan prosedur ini, agar segera ditindaklanjuti. Tidak hanya untuk orang yang rentan atau memiliki riwayat alergi, penggunaan zat kontras ini juga sebaiknya tidak digunakan jika pasien yang hendak melakukan pemeriksaan fluoroskopi memiliki riwayat gagal jantung, diabetes, gagal ginjal, anemia sel sabit, penyempitan pada katup jantung, dan multiple myeloma. Pengidap gangguan ginjal harus memberitahukan kondisi kesehatannya, karena zat kontras memberikan dampak yang cukup signifikan pada ginjal. Baca juga Banyak Manfaat, Siapa Saja yang Dianjurkan Fluoroskopi? Peringatan lain yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil. Bukan tanpa alasan, prosedur pemeriksaan ini pada umumnya setipe dengan CT-Scan yang menggunakan teknologi radiasi dan dapat membahayakan janin. Jadi, jika kamu dalam kondisi hamil dan hendak melakukan pemeriksaan medis ini, sebaiknya beritahukan pada dokter, karena fluoroskopi tidak dianjurkan untuk dilakukan ibu hamil. Kondisi tertentu juga bisa mengganggu keakuratan prosedur pemeriksaan medis ini. Prosedur pemeriksaan X-ray menggunakan barium disinyalir memunculkan efek samping berupa gangguan pemaparan daerah perut atau punggung bagian bawah. Jadi, apa pun kondisi kesehatan tubuh kamu saat ini yang berpengaruh terhadap prosedur pemeriksaan nantinya, jangan ragu untuk berkomunikasi dan memberitahukan pada dokter. Baca juga 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Lakukan Tes Fluoroskopi Pada dasarnya, pemeriksaan fluoroskopi yang sesuai anjuran medis mampu memberikan manfaat klinis yang lebih besar dibandingkan dengan risiko radiasi yang diterima selama selama prosedur dilaksanakan. Ketika dilakukan dengan tepat, pemeriksaan ini bisa memberi manfaat diagnostik substansial untuk membantu mengetahui perawatan lebih lanjut. Kalau kamu masih kurang yakin, kamu bisa bertanya terlebih dahulu pada dokter, apakah benar fluoroskopi perlu dilakukan. Jika memungkinkan, kamu bisa meminta rekomendasi tempat pemeriksaan yang tepat dari dokter. Supaya lebih mudah, coba kamu download aplikasi Halodoc, jadi tanya jawab dengan dokter bisa kamu lakukan kapan saja. Tidak cukup sampai di situ, beli obat dan cek lab juga bisa dilakukan melalui Halodoc. Sayaagak tegang jd pas dimasukin alat agak sakit, selnjutnya hanya mules seperti mau BAB saat disemprotkan cairan kontras. Ada beberapa yg sampai minta bius, lokal maupun total, menurut saya gak perlu, kuncinya relaks aja. Setelahnya akan kerasa agak kembung sedikit, malam sudah hilang. Kalo saya sih tidak ada sedikitpun darah yg keluar.